Minggu, 27 Januari 2019

Kelebihan dan Kekurangan Kartu Undangan Digital

Sudah terbit di: https://steemit.com/android/@lerengbukit/kelebihan-dan-kekurangan-kartu-undangan-digital

Seiring dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi, kita dapat membuat kartu undangan secara digital. Di Playstore, terdapat berbagai aplikasi mendesainnya. Menggunakannya pun cukup mudah sehingga tak membuang banyak waktu. Kita pun dapat mengirimkannya juga secara digital. Misalnya, mengirimkan kartu digital undangan pernikahan ataupun perayaan hari ulang tahun melalui di Whatsapp atau media sejenis lainnya. Meskipun demikian, karena kehadirannya, tak lantas kartu undangan sesungguhnya yang dicetak akan punah begitu saja. Sebabnya, terdapat kekurangan-kekurangan kartu undangan digital. Di balik kekurangan-kekuranganya, ada juga kelebihan-kelebihannya.

sd.jpg
Gambar 1. Kartu Undangan Digital

Kekurangan-Kekurangan. Dibandingkan kartu undangan sesungguhnya yang dicetak, kartu undangan digital cenderung terkesan kurang penting, kurang sopan, dan ‘main-main’. Karenanya, secara psikologis, acara yang tertera dalam undangan dapat dilewatkan. Padahal, kita sangat mengharapkan orang yang diundang menghadiri acara. Selain itu, karena tak berbentuk nyata, bisa saja undangan lebih mudah terlupakan. Ambil contoh, kita mengirimkan kartu undangan digital dengan media Whatsapp. Tak dapat dipungkiri, dibandingkan kartu undangan pernikahan sesungguhnya, kartu undangan pernikahan digital memang terkesan kurang sopan dan kurang menghargai tamu undangan. Tak tertutup kemungkinan, mereka tak akan menghadiri acara. Tak tertutup juga, mereka terlupa dengan undangan kita.

Kelebihan-Kelebihan. Salah satu kelebihan yang sangat terasa yaitu dalam hal biaya. Kita tak perlu mengeluarkan biaya besar. Kita hanya cukup mendesainnya dengan menggunakan aplikasi. Lalu, men-sharenya via whatsapp ataupun media lainnya kepada para tamu undangan. Sedangkan bila menggunakan kartu undangan sesungguhnya, kita mesti mengeluarkan biaya besar untuk mencetaknya. Ambil contoh, bila mengundang 2000 tamu undangan, mesti mencetak kartu undangan dalam jumlah yang sama. Mesti juga menyediakan waktu untuk berkunjung ke tempat percetakan. Mesti juga mengeluarkan biaya juga untuk mengirimnya. Terlebih, bila tamu undangan berlokasi sangat jauh seperti di luar kota. Singkatnya, memang lebih praktis dan juga efisien.

Dengan menggunakan kartu undangan digital, kita lebih bebas berkreasi menambahkan elemen multimedia yang menarik pada kartu undangan. Karenanya, akan lebih terlihat menarik dan sedap dipandang mata. Misalnya, menyisipkan animasi menarik misalnya animasi bunga ataupun teks, video kemesraan bersama pasangan, dan sebagainya. Bahkan, dapat juga menambahkan suara-suara sehingga menjadikannya lebih atraktif. Agar tampilan menjadi lebih menarik, dapat juga menggunakan jasa desainer profesional.

Demikian, kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan kartu undangan digital. Kesimpulannya, memang belum dapat menggantikan kartu undangan sesungguhnya. Sebabnya, meskipun lebih praktis, kreatif dan sedap dipandang mata, serta efisien, memang terkesan kurang beretika dan kurang menghargai tamu undangan. Orang umumnya lebih menggunakan kartu undangan tercetak. Namun, seiring waktu, tak tertutup kemungkinan kartu undangan digital akan benar-benar menggantikan kartu undangan sesungguhnya beberapa tahun kedepan. Terlebih, orang umumnya memang tak ingin mengeluarkan biaya besar untuk mengadakan acara.

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://mypurpleslate.com/blog/electronic-invitations-vs-paper/

Gambar
1.Milik Pribadi

Kamis, 29 November 2018

Realme, Submerk Oppo yang Kini Berdiri Sendiri

Sudah terbit di: https://steemit.com/android/@lerengbukit/realme-submerk-oppo-yang-kini-berdiri-sendiri

Saat ini, tersedia beragam merk smartphone. Konsumen pun dimanjakan dengan berbagai merk smartphone. Nah, apakah kita telah mengenal merk smartphone Realme? Sebelum menjadi merk smartphone independen saat ini, Realme adalah submerk Oppo. Selain Realme, submerk lainnya adalah Honor (submerk Huawei), Luna (submerk Evercoss), Pocophone F1 (submerk Xiaomi). Munculnya submerk-merk tersebut menjadi fenomena dalam persaingan smartphone. Submerk tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran. Tak tertutup kemungkinan, fenomena ini akan diikuti oleh banyak merk smartphone lainnya.

Nah, berbicara mengenai merk Realme, meskipun sudah terlepas dari Oppo, memang sulit terlepas dari merk Oppo. Tentu saja, karena perusahaan yang berdiri pada Mei 2018 ini berasal dari Oppo. Padahal, saat ini, keduanya telah terpisah. “Banyak yang bilang kami peranakan Oppo”, tutur Felix Christian, Manajer Produk Realme Indonesia, dilansir dari Harian Umum Pikiran Rakyat. “Kami memiliki target pasar sendiri”, tambahnya.

rm.jpg
Gambar 1. Produk Realme

Pada tanggal 9 Oktober 2018, Realme meluncurkan ketiga produk untuk kawasan Asia Tenggara. Acara ini berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Media lokal maupun internasional meliput acara peluncuran tersebut. Ketiga produk tersebut antara lain Realme 2, Realme 2 Pro, dan Realme C1. Josef Wang, Direktur Marketing Realme Asia Tenggara, dalam acara tersebut, menuturkan bahwa acara tersebut menjadi momentum awal untuk memasuki pasar smartphone. “Karena Realme menargetkan pasar global, kami ingin menjadikan acara peluncuran di Indonesia sebagai momentum baru ke industri smartphone”, tuturnya, dilansir dari Harian Umum Pikiran Rakyat. Sementara itu, di India, produk-produk Realme cukup disukai konsumen. Hingga saat ini, di India, telah terjual lebih dari satu unit produk Realme. Tak tertutup kemungkinan, Realme akan kembali merilis produk lainnya. Realme mulai diperkenalkan kepada publik India empat bulan lalu.

Seperti halnya produk smartphone umumnya yang menyasar segmen pasar tertentu, masing-masing produk Realme tersebut dikhususkan untuk segmen konsumen tertentu. Realme 2 dikhususkan untuk segmen anak muda. Sedangkan Realme 2 dikhususkan untuk segmen kelas menengah. “Selain membawa Realme 2 untuk anak muda, kami juga menghadirkan Realme 2 Pro untuk kelas menengah”, tutur Felix, dilansir dari situs kompas.com. Sedangkan Realme C1 dikhususkan untuk segmen pasar entry level. “Sementara seri Realme C memang kami khususkan untuk entry level”, tutur Felix. Produk-produk tersebut berada dalam kisaran sekitar 1,4 hingga 3,7 juta. Harga tersebut tentunya terjangkau bagi masyarakat umumnya.

Kehadiran produk-produk Realme tentunya semakin meramaikan pasar smartphone Kita dapat juga mempertimbangkan untuk membeli produk tersebut. Nah, tertarik ingin menggunakan salah satu produk Realme tersebut? Dan juga, apakah produk-produk Realme mampu bersaing dengan merk-merk smartphone lainnya? Produk-produk Realme tentunya siap bersaing juga dengan submerk lainnya seperti Honor ataupun Luna. Kita tunggu saja bagaimana perkembangannya….

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
  1. Harian Umum Pikiran Rakyat 11 Oktober.
  2. https://tekno.kompas.com/read/2018/10/09/16404777/ponsel-realme-2-dan-realme-2-pro-meluncur-di-indonesia-harga-mulai-rp-2-juta
  3. https://tekno.kompas.com/read/2018/10/09/18240087/realme-c1-resmi-di-indonesia-ponsel-kamera-ganda-rp-1-4-juta
Sumber Gambar:
Gambar Pribadi. Screenshot dari https://www.lazada.co.id/shop/realme-official-store

 

Copyright @ 2013 Sentral Android .